Senin, 19 Juni 2017

Pemilihan dan Penggunaan Ceklist (Selection and Use of Checklist) FEMA 310



Ceklis yang diperlukan merupakan fungsi dari daerah gempa dan tingkat kinerja, dapat dilihat pada Tabel 2.5. Masing - masing ceklis yang diperlukan ditunjukkan Tabel 2.5. harus dilengkapi untuk evaluasi tahap I. Setiap evaluasi terhadap ceklist ini harus ditandai compliant (C), non-compliant (NC), atau not applicable (N/A). Pernyataan compliant mengidentifikasi pernyataan yang dapat diterima dan sesuai dengan kriteria, non-compliant mengidentifikasi masalah yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Pernyataan dinyatakan not applicable jika pernyataan tidak ditemukan di gedung yang ditinjau atau pernyataan tidak sesuai dengan tingkat kinerja gedung. Pernyataan tertentu mungkin tidak berlaku untuk bangunan yang sedang dievaluasi. Tanpa data yang valid dan memadai, penilaian evaluasi tidak dapat dilakukan dengan tepat dan akurat.
Pengecekan cepat (quick check) untuk evaluasi tahap satu akan dilakukan sesuai bagian 3.5. FEMA 310 ketika diperlukan untuk melengkapi suatu pernyataan evaluasi. Ceklis wilayah gempa rendah (Region of Low Seismicity), terletak di FEMA 310 Bagian 3.6, harus dilengkapi untuk bangunan di wilayah gempa rendah yang dievaluasi pada tingkat kinerja keselamatan jiwa (Life Safety). Bangunan di daerah gempa rendah yang dievaluasi pada tingkat kinerja Segera Dihuni (Immediate Occupancy) dan bangunan yang berada di daerah gempa rendah atau tinggi, struktur yang tepat, situs geologi yang berbahaya, dan ceklis non struktural akan dilengkapi sesuai Tabel 2.5 FEMA 310.
            Ceklis Struktural yang sesuai akan dipilih berdasarkan pada jenis bangunan yang umum. Ceklis Struktural Umum akan digunakan untuk bangunan yang tidak bisa digolongkan ke dalam salah satu dari Jenis Bangunan yang Umum.
Suatu bangunan dengan sistem penahan gaya lateral yang berbeda pada setiap arah utama akan menggunakan dua set ceklis struktural, satu ceklis untuk masing – masing arahnya. Suatu bangunan dengan lebih dari satu jenis sistem penahan gaya lateral sepanjang sumbu tunggal bangunan akan digolongkan sebagai sistem campuran (mix system). Ceklis Struktural Umum akan digunakan untuk jenis  bangunan ini.
            Dua Ceklis Struktural yang terpisah disiapkan untuk masing-masing tipe bangunan, yaitu Ceklis Struktural Dasar dan suatu Ceklis Struktural Tambahan. Ceklis Struktural Dasar harus dilengkapi untuk bangunan di daerah gempa rendah yang dievaluasi dengan tingkat kinerja Segera Dihuni (Immediate Occupancy) dan daerah gempa sedang dan tinggi. Ceklis Struktural Tambahan akan dilengkapi sebagai tambahan terhadap ceklis Struktural dasar untuk bangunan di daerah gempa menengah yang dievaluasi kepada tingkat kinerja Segera Dihuni  (Immediate Occupancy) di daerah  gempa tinggi.
Situs geologi yang beresiko dan pondasi akan dilengkapi untuk semua bangunan kecuali daerah gempa rendah yang dievaluasi ke tingkat kinerja keselamatan jiwa (life safety). Ceklis nonstruktural terbagi menjadi dua, yaitu ceklis non struktural dasar dan non struktural tambahan. Tabel 2.5. menunjukkan bahwa ceklis dasar non struktural harus dilengkapi untuk semua bangunan kecuali di daerah gempa rendah yang dievaluasi ke dalam tingkat kinerja keselamatan jiwa (life safety). Ceklis tambahan non struktural akan dilengkapi sebagai tambahan terhadap ceklis dasar nonstruktural untuk bangunan di daerah gempa sedang atau gempa tinggi yang dievaluasi dalam tingkat kinerja Segera Dihuni (Immediate Occupancy).
Tabel 2.5.  Penggunaan jenis ceklis FEMA 310 



(Sumber : FEMA 310, Handbook  for The Seismic Evaluation of Building)

 
 


Penilaian Kinerja Struktur Analisis Linear (Tier 2 FEMA 310)



 Setelah struktur dimodelkan di Etabs lalu di input beban dan dirunning, maka akan terlihat yang salah satu hasilnya ialah warna pada komponen struktural (balok dan kolom). Warna tersebut menunjukkan rasio kekuatan (DCR). DCR dalam bahasa inggris Demand Capacity Ratio yaitu rasio demand (kebutuhan atau beban) terhadap Kapasitas (kekuatan gedung). Perencanaan struktur mengharuskan kapasitas harus lebih besar dari beban rencana, sehingga sebaiknya digunakan kolom dan balok yang berwarna selain ungu dan merah. Penjelasan dari warna yang muncul di kolom dan balok dapat dilihat di Tabel berikut.
Jika evaluasi tahap dua (tier 2) FEMA 310 secara umum menunjukkan bahwa elemen kolom dan balok berwarna selain warna merah berarti struktur pada kondisi yang aman. Balok yang yang berwarna merah menunjukkan bahwa balok tersebut mengalami kelebihan beban (overstrength), begitu pula untuk elemen kolom.

Tabel Penilaian tingkat keamanan struktur dari hasil ETABS
No
Warna
Rasio Kekuatan (DCR)
Tingkat Keamanan
1
Biru muda
0,00  s/d  0,50
Sangat aman
2
Hijau
0,50  s/d  0,70
Aman
3
Kuning
0,70  s/d  0,90
Aman
4
Ungu
0,90  s/d  0,95
Cukup aman
5
Merah
≥ 0,95
Kritis s/d melebihi kapasitas(overstrength)
                   (Sumber : Andrianto, 2006)

            Jadi, di dalam perencanaan struktur gedung, sebaiknya diharapkan output model berwarna selain merah, hijau atau biru muda lebih diharapkan. Di dalam perencanaan, jika kolom dan balok berwarna merah, maka lakukan remodel pada dimensi balok kolom dan juga dimensi tulangan jika dibutuhkan,  untuk meningkatkan kapasitas balok dan kolom dalam memikul beban.

Weak Story (Tingkat Lemah)



Kuat tingkat adalah kuat total semua elemen penahan gaya lateral di suatu tingkat tertentu untuk arah yang ditinjau (Purwono dan Tavio, 2007). Kapasitas  geser struktur disumbangkan oleh kuat geser beton dan tulangan. Menurut FEMA 310 gaya sistem penahan gaya lateral di semua tingkat disyaratkan harus tidak  kurang dari 80% gaya di tingkat yang berdekatan di atas atau bawahnya. Perhitungan kuat total elemen terhadap gaya lateral dihitung dengan rumus :
Vn = Vc + Vs                                                                                          
Dengan  :
Vc   =  Kuat geser yang disumbangkan oleh beton
Vs   =  Kuat geser yang disumbangkan oleh tulangan
Vc dan Vs dirumuskan sebagai berikut :




Dengan :
fc’                    =  mutu beton rencana (Mpa)
Ag                    =  luas bruto penampang (mm2)
bw                       =  lebar penampang (mm)
d                      =  tinggi efektif (mm)
Av                    =  luas penampang tulangan sengkang (mm2)
fy                     =  mutu tulangan (Mpa)
s                       =  jarak tulangan sengkang (mm)
Nu                   =  beban aksial rencana (N)     
Beban aksial rencana dapat diasumsikan 0.1.fc’.Ag, sedangkan untuk  kapasitas geser dinding digunakan rumus berikut :





Dengan :
lw                     =  panjang dinding geser (m)
h                      =  tebal dinding geser (m)