Kamis, 03 Maret 2016

Janji Saya dan L



Bismillahirrahma nirrahim       

Kisah ini terjadi ketika saya masih menjalani masa kuliah di Universitas Riau. Jadi, di suatu mata kuliah, saya dan L mendapat nilai C. di ruang prodi saya berkata kepada L, “ L, semester tiga atau lima kita sama-sama perbaikan mata kuliah ini ya?”, L menjawab Ya. Peristiwa itu terjadi pada semester 1, pada saat UAS jika saya tidak salah.
            Akhirnya kami memasuki semester 2, L merasa khawatir di semester ini, dia mahasiswa PBUD, saat matrikulasi nilainya tidak mencukupi sehingga dia akan dievaluasi sampai dengan semester 2, jika IPK nya mencapai 2, dia selamat, jika tidak dia akan DO (drop out). Hal yang mengerikan, yang tak pernah kami bayangkan saat SMA.
            Kami pernah curhat, sesama mahasiswa Teknik, “ ternyata kuliah itu susah ya? Padahal di Televisi (sinetron) kuliah terlihat santai”. Realita yang kami alami dan jalani,  tidak relevan dengan acara sinetron di televisi, kenyataannya lebih sulit dan berat.
            Di semester kedua, kami mendapatkan tugas menggambar lagi seperti di semester 1. Bedanya adalah, sekarang menggambar tempat usaha (cafe), hotel, usaha kos atau lainnya yang termasuk gedung bertingkat. Ketika menuju akhir semester, saat menuju UAS, L sering ke kos saya, untuk bertanya tentang aturan menggambar.
            Saat itu hari minggu kalau tidak salah, saya ngantuk karena malamnya begadang, jadi saya terbangun saat dia bertanya dan tidur lagi. Terus seperti itu sampai dengan pukul 2 siang (kalau tidak salah), dan akhirnya dia pulang ke kosnya.
            UAS dilaksanakan, ternyata L mendapat nilai tertinggi di kelas kami untuk tugas menggambar. Saya salut dengannya, saya melihat dengan mata saya, seseorang yang berjuang sungguh-sungguh agar tidak di DO (Drop Out). Apa yang saya lihat masih membekas di hati saya, dia bertanya ke saya, dia yg nilainya lebih tinggi dari saya. Tapi saya puas dia pemilik nilai tertinggi tugas menggambar pada saat itu.
L mengambil SP  (Semester Pendek) dengan harapan untuk mendongkrak nilainya mencapai IPK 2, setelah SP berakhir, dia datang ke kampus untuk melihat nilai mata kuliah yang diambil di semester pendek.
Saya tidak mendapat info yg pasti, apakah IPK L masih kurang dari 2 dengan nilai SP, ataukah memang tidak mencapai IPK 2. Yang terjadi adalah, di semester 3 saya dan kawan-kawan tak lagi bertemu dengannya di kelas. Itu adalah hal yg menyedihkan untuk saya, dia teman yang baik kepada saya. Dan janji untuk sama-sama perbaikan nilai yang dapat C bagaimana?. Itulah yang ada di benak saya.
Meskipun begitu, saya harus terus maju, saya harus melanjutkan kuliah saya sampai saya mendapatkan gelar sarjana, saya tidak mau sia-siakan hidup saya, saya meninggalkan Ibu Ayah dan adik adik saya untuk menuntut ilmu, jadi saya harus menyelesaikan apa yang sudah saya mulai.
Akhirnya waktu berlalu, saya di semester 5 dan memperbaiki nilai C utk suatu mata kuliah, ketika saya masuk saya berkata “walaupun L tidak bisa menepati janji, saya harus tetap masuk kuliah dan memperbaiki nilai.” Dan tahukah anda, bahwa saat di kelas, saya melihat adik tingkat saya yang bergaya dan agak mirip dengan L. Allah menjawab harapan saya, memang bukan L, tapi itu sudah seperti janji yang ditepati. Allah yang telah mengatur semua itu, L telah menepati janji yang dulu kami buat, walaupun bukan L, tapi itu sudah lebih dari cukup bagi saya. Alhamdulillah. Saya sudah merelakan janji itu.
Alhamdulillah, sekarang saya telah mendapatkan gelar Sarjana Teknik. Walau L entah dimana ia berada sekarang, terima kasih Ya ALLAH telah menunjukkan arti kesungguhan dalam berusaha berikhtiar kepada saya, terima kasih L.
Saya pernah mendengar dia kuliah lagi di salah satu fakultas di Universitas Riau, sebagai angkatan 2008. Ada juga yang mengatakan dia mengikuti suatu pelatihan. Saya tidak bisa memastikan kebenarannya. Namun L, terima kasih telah baik kepada saya dan telah menjadi teman saya, semoga akan datang kesempatan kita bertemu lagi. Amin…Ya Allah, Ya Rabbal A'lamin

Demikian, Alhamdulillah, Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh