Rabu, 18 April 2018

Cahaya Hati dan Ilmu


Bismillahirrahma nirrahim, di kesempatan kali ini saya akan mengupas masalah mengenai ilmu. Jika berbicara masalah ilmu, hmm saya menemukan bahwa ilmu akan mudah masuk ke dalam jiwa jiwa yang bersih dari dosa. Jadi, sebelum berbicara mengenai IQ manusia, jika seseorang yang hatinya bersih, niatnya Lillahi ta a’la dan mempunyai IQ yang tinggi, semoga ALLAH SWT memudahkan ilmu masuk ke dalam dadanya dan memberikan keberkahan ilmu tersebut kepadanya.

Dosa dosa yang diperbuat seolah menghalangi cahaya ilmu masuk ke dalam diri manusia, dan niat yang ikhlas menuntut ilmu Lillahi ta a’la. Bagaimanapun juga, harus ada orang yang menjadi dokter untuk menjadi perantara kesembuhan seseorang dari penyakit, harus ada yang menjadi engineer untuk menunjang pembangunan konstruksi, harus ada yang menjadi ahli hukum, harus ada yang menjadi guru. Setiap bidang harus diisi oleh orang yang bertaqwa. Hal ini agar apapun profesinya kelak, ia adalah orang yang bertaqwa. Karena ada orang yang kompeten secara kecerdasan dan kemampuan namun iman yang kurang kokoh dapat mempengaruhi seseorang untuk berbuat yang tidak benar.

Jadi, sholeh atau sholehah dulu baru menempuh profesi yang diinginkan diharapkan, semoga mendapatkan keridhoan ALLAH SWT. Seseorang yang berhati bersih, ketika ilmu masuk ke dalam dadanya InsyaALLAH akan berdiam di diri orang tersebut karena cahaya senang bertemu cahaya. Hati yang bersih bercahaya, ilmu itu cahaya. Jadi dengan hati yang bersih, Ilmu tidak mudah lupa, ketika ada yang minta diajarkan dia mengallir dengan mudah dan diaplikasikan memberikan manfaat kepada orang banyak.

Barakallah. Jadi agar yang menuntut ilmu, ilmunya berkah bermanfaat dan tidak mudah lupa maka bersihkan hati, luruskan niat menuntut ilmu Lillahi Ta’ala dan bertawakkal akan hasilnya. Bagaimanapun boleh jadi rezekinya akan datang di jalan yang tidak diduga-duga. Tapi niat belajar Lillahi Ta’ala sudah menjadi ibadah kepada ALLAH SWT.


Ketika saya kuliah dulu, saya ingin mengalahkan seseorang yang pinter di kelas saya, saya ingin menjadi yang teratas. Namun, ALLAH SWT Yang Maha Agung memberikan hidayah kepada saya bahwa mengalahkan seseorang atau melebihi orang lain yang diniatkan sama dengan berniat menjadi sombong padahal ALLAH tidak menyukai hamba yang sombong. Akhirnya saya sadar dan berniat Menuntut Ilmu karena ALLAH Ta’ala semata, masalah rezeki ada dari ALLAH SWT. Alhamdulillah saya menyelesaikan pendidikan saya di bangku kuliah dengan gemilang. Agak lama sih. Tapi kepuasan saya adalah berkat pertolongan ALLAH SWT saya tetap menjaga niat Lillahi Ta’ala. Alhamdulillahirabbil A’lamin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar