Selasa, 11 Oktober 2016

Beban Gempa di Riau utk Struktur







Mengacu ke SNI 2003 Perencanaan gempa untuk bangunan, Riau termasuk ke dalam wilayah gempa rendah. Sejak tahun 2010, terbit peta gempa hazard Indonesia. Dilanjutkan dengan diterbitkannya SNI 2048 tahun 201x, yang berisi tentang perhitungan dalam perencanaan gempa yang lebih akurat.
            Ketika saya mempelajari SNI 201x untuk mengerjakan skripsi saya, saya menemukan bahwa kondisi tanah akan berpengaruh terhadap energi gempa yang diterima struktur. Meskipun berada di wilayah kegempaan rendah, ternyata setelah melalui perhitungan didapat SDS dan SD1 (Parameter Percepatan desain) untuk kota Pekanbaru pada KDS (Kategori Desain Seismik) D (resiko tinggi).
            Gambar yang kita lihat di atas berasal dari video yang saya dapatkan dari youtube, dari video tersebut saya memahami pula bahwa getaran (amplitudo) yang ditimbulkan oleh pusat gempa akan mengalami amplifikasi (pembesaran) pada kondisi tanah yang lunak (poorly consolidated sediment dan water-saturated sand and mud).
Menurut penjelasan dari Bpk Prof. DR. Ir Bambang Budiono, M.E di seminar HAKI 2011 untuk KDS D,E,F gedung didesain SRPMK (Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus) dan SDSK (Sistem Dinding Struktur Khusus). Hal ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

            Sehingga walaupun di wilayah gempa rendah (SNI 2003) akan tetapi dalam perencanaan gedung yang berlokasi di kota Pekanbaru khususnya dan Riau umumnya, harus ditempatkan pada kategori desain seismik (KDS) D (tinggi) atau Menengah (C).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar