Selasa, 30 Agustus 2016

Tersadarkan oleh kata-kata seorang Teman



Bismillahirrahma nirrahim.
Pada kesempatan ini saya akan menceritakan kejadian yang seperti menyadarkan saya akan potensi saya. Kejadian itu seperti kamu terbentur oleh sesuatu dan tersadar bahwa itu yg dikatakan oleh teman-teman mu adalah sesuatu yang benar. Saya jadi ingat kata-kata Bapak Mario Teguh, apa itu kelemahan? Kelemahan ialah kekuatan yg belum diketahui kegunaannya. Atau jika saya berkata, itu adalah potensi yang tidak disadari, sehingga tidak diasah sampai maksimal.
Potensi yg ada, yang tidak disadari dan belum dimaksimalkan. Kira-kira seperti itu  pandangan dan pemahaman saya.
Jadi, pada suatu ketika, dua orang teman datang  ke kos saya dan meminjam buku cetak untuk materi kuliah mekanika teknik. Lalu mereka bercerita bahwa mereka mengambil mata kuliah itu lagi (perbaikan nilai), jadi Alhamdulillah nilai saya sudah bagus dengan sekali mengambil kuliah itu. Lalu seorang teman berkata kira-kira seperti ini,” Ia Bro, Lu santai nilaimu B, kita mati-matian dapat D ”.
            Sejenak saya tertegun, saya seperti disadarkan bahwa saya mendapat kemudahan dibandingkan teman-teman saya yang lain. Alhamdulillah, saya sadar bahwa mngkin inilah salah satu potensi yang saya miliki, saya mudah mengerti dan minat di mata kuliah mekanika teknik. Alhamdulillah, tak terasa benar-benar berat, saya merasakan di mata kuliah ini bisa dilalui dengan tenang, enjoy dan mudah. Alhamdulillah, terima kasih Ya ALLAH atas karuniaMu ini Ya ALLAH.
“Nikmat mana lagi yang kamu dustakan ? “, pernahkah anda membaca atau mendengar kalimat ini?. Tulisan ini ternukil di dalam Al Qur’anul Karim. Ketika kita sadar akan potensi kita, itu dari siapa?  Dari ALLAH, itu milik siapa? Milik ALLAH. Jadi kenapa kita belum mensyukurinya? Saya merenungi hal itu. Dan saya rasa siapapun anda yang membaca tulisan ini. Sadarkah anda apa yg Allah titipkan pada anda? Potensi apa saja? Dan sudahkah kita bersyukur? Sudahkah kita membawa dan mendayagunakan potensi dari Ilahi dalam kemanfaatan umat? Dalam kebaikan?
Titik balik dari perenungan, ialah kembali ke dunia nyata dan berbuat hal-hal nyata dalam kebaikan.
Saya rasa, ada saatnya potensi ini akan bermanfaat untuk banyak orang, kecerdasan itu salah satunya berasal dari genetik (Pemberian Ilahi) yang harus saya syukuri. Potensi yang besar, ditambah minat yang kuat, latihan keras, insyaALLAH akan mengalahkan pribadi lainnya. Namun begitu, dalam sebuah Hadist tersebutkan bahwa Jamaah Rahmah. Kekuatan jamaah itu dirahmati ALLAH. Berjamaah shalat, bersama-sama membangun islam dan negeri. Jadi, org yg berbakat, berminat, berpotensi, terlatih sekalipun akan menjadi sangat powerful jika berjamaah (bersama-sama). IQ nya tinggi, Emotional dan Spiritualnya jg tinggi. Generasi seperti ini yang akan kuat dan akan menguatkan dan mengkokohkan Islam dan Negara Indonesia, InsyaALLAH.

(Muhammad Akbar Muttaqin, 30 Agustus 2016 12:22 pm)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar